Hening Kasih Kekal, September 1, 2005 [8.5 min./.mp3/ 1 MB] - Sekonyong-konyong Ia BertindakTuhan Yesus memberkati.
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Teks:
Selamat berjumpa lagi, saudara-saudari yang terkasih, di acara Hening Kasih Kekal untuk bulan September 2005. Suatu kehormatan kalau saya, Jonathan K Tunggal, dapat sekali lagi berbincang-bincang dan menyaksikan kasih setia Tuhan Yesus Kristus bersama-sama dengan anda sekalian. Bagaimana kabar anda sekalian? Saya percaya bahwa semua pasti baik-baik saja karena Tuhan Yesus masih dan selalu beserta dengan kita sekalian sampai saat ini.
Sdr-Sdri, saya ingin berterus-terang tentang sesuatu hal. Pada waktu saya merenungkan tentang apa yang dapat dikatakan di episode ini, terus terang saja tidak banyak, bahkan boleh dikatakan tidak ada bahan yang terbersit di hati saya. Jadi, bagaimana? Setiap kali ini terjadi, ini mengingatkan saya akan suatu hal yang pasti kita semua alami di perjalanan iman kita.
Pernahkah kita mengalami suatu waktu di mana, serasa, tidak ada pewahyuan dari Tuhan sama sekali? Serasa Dia tidak berbicara dengan kita. Kita membaca Firman dan itu semua terasa hanya huruf-huruf mati saja. Kita memuji dan terasa hadiratNya tidak ada. Kita berdoa dan terasa Dia tidak mendengar. Kita mempunyai masalah dan semua jalan tampaknya seperti jalan buntu. Hati ini rasanya ingin berteriak, “Di mana Engkau, Tuhan?” Kita mereka-reka di dalam hati ini apa yang jalan yang kita tempuh sekarang ini adalah jalan yang sesuai dengan kehendakNya.
Namun, saya terhibur dengan apa yang istri saya sampaikan. Katanya ,“ Jalan Tuhan memang tak terselami. Jangan berusaha diselami. Jalani saja.” Ya, ini memang benar. Kita semua berjalan dengan langkah iman. Mana bisa kita berusaha mengerti, menafsirkan dan menyelami Tuhan dengan sepenuh? Saya tandaskan sekali lagi, dengan sepenuh. Memang hidup rohani kita akan harus selalu mencari pengertian surgawi, penafsiran Firman Tuhan dan penyelaman hikmat Tuhan.
Tetapi, ada sesuatu saat di mana kita menyadari keterbatasan kita. Kita merasa tak berdaya lagi. Di saat inilah kita belajar bersandar kepada Tuhan. Saya diingatkan akan ayat berikut yang terdapat di
Yesaya 48: 3
firman TUHAN: "Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu, Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan.
Kalau saya boleh melihat kembali ke belakang yang apa saya alami, ke semua tantangan dan masalah yang dihadapi di waktu yang lalu, saya boleh berkata sekarang, “Ternyata begitu saja penyelesaianNya. Begitu mudah ya. Memang Tuhan baik!” Itu sekarang. Pada waktu mengalaminya di masa lalu itu, tentunya saya malu dengan sikap saya terhadap Tuhan.
Saya ingat, pada waktu yang lalu itu, semua terasa begitu sakit dan penuh tantangan. Tetapi, nyatanya, Tuhan menyelesaikan segala perkara. Halleluya!
Bagaimaman dengan sekarang? Sekarang saya, lagi-lagi, menghadapi tantangan baru, problema baru, visi baru! Terus terang, terasa ada tekanan yang berat. Tetapi, kalau dulu Tuhan yang menyelesaikan segala hal, maka kali ini pasti Dia juga yang menyelesaikan segala hal. Dengan baik. Dengan sangat sempurna. Ingat, dengan sekonyong-konyong dan tanpa kita sangka.
Jadi, melalui pengalaman pribadi dan melalui ayat ini Tuhan mengajarku bahwa Ia sudah mengucapkan dan mengabarkan segala janjiNya kepadaku. Tetapi aku ini yang seringkali tidak teguh. Tetapi di sini kita boleh belajar bahwa Dia, dengan sekonyong-konyong, sekali lagi dengan sekonyong-konyong, akan melaksanakan semua dan membawa menjadi kenyataan apa yang telah Ia janjikan untuk kita.
Ada mungkin pertanyaan mengapa, kita harus mengalami tekanan-tekanan ini? Yesaya 48: 5 berkata:
maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.
Sdr-Sdri., ini semua diijinkan supaya kemuliaanNya tidak dicuri oleh kita. Supaya kita jangan sekali-kali berkata, bahwa kekuatan-ku, kemampuanku, kegagahanku, semua berhalaku yang memberikan jalan keluar dan berkat dalam hidup ini. Supaya kita belajar ketekunan dan merendahkan-diri di hadapanNya.
Jadi, apa yang harus kita perbuat sekarang? Sdr-Sdri, saya tidak dapat menyelami dan mengerti jalan-Nya dengan sepenuh. Namun, saya dan anda sekalian harus selalu tetap mengikuti jalan-Nya. Jalan apakah ini? Jalan dan petunjuk yang sudah Ia ucapkan dan kabarkan untuk kita ikuti. Mengapa? Karena hanya di jalan-Nya inilah Ia akan, dengan tiba-tiba dan tanpa kita sangka, dengan penuh mujizatNya, melaksanakan kehendakNya yang sudah Ia janjikan untuk kita sekalian. Terpujilah NamaNya!
Demikianlah, sdr-sdri, Hening Kasih Kekal untuk bulan September 2005. Saya mohon anda juga mendoakan terus untuk sarana ini dan juga, situs Kasih Kekal di www.kasihkekal.org . Berdoalah agar kuasa kemurahan Tuhan saja yang boleh nyata dengan berlimpah. Terima kasih. Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian.
Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.